Jumat, 14 November 2014

Kebudayaan Padang / Minangkabau

Budaya merupakan cara hidup berkembang yang dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan terus menerus dari generasi ke generasi . Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, seperti sistem agamapolitik, adat istiadat, bahasa,  perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Kali ini saya akan membahas kebudayaan dari kota yang berada di Provinsi Sumatra Barat yaitu Kota Padang .Daerah ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan biasa disebut dengan sebutan kota Minangkabau. Kota ini memiliki aneka ragam kesenian dan kebudayaan yang unik . Banyaknya kesenian dan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah ini yang menjadikan Indonesia memiliki kesenian dan kebudayaan yang bermaca-macam pula. Berikut beberapa kebudayaan dan kesenian yang ada di Sumatra Barat seperti :

1.      Tari Tradisional


Seni tari tradisional yang berasal dari Sumatera Barat biasanya berasal dari adat budaya suku Minangkabau serta etnis Mentawai. Seni tari dari Minangkabau umumnya sangat dipengaruhi oleh agama Islam. Budaya suku minangkabau ini memiliki beberapa tarian yaitu :
a.      TARI PIRING 

Tari piring merupakan salah satu seni tarian milik orang Minangkabau yang berasal dari Sumatra Barat. Tari piring  memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercucuk tanam, membuat kerja menuai dan sebagainya. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka. Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari tersebut.

b.      TARI RANCAK MINANGKABAU

Tari ini menggambarkan keteguhan hati masyarakat Bawean dalam iman Agama Islam yang merupakan agama anutan masyarakat seluruh Bawean. Syair dan geraknya menggambar kecintaan pada  Allah SWT dan Rasul Nabi kita  Muhammad SAW .

c.       TARI INDANG MINANGKABAU


Tari indang merupakan salah satu kesenian tari yang berasal dari minangkabau. Etnik minangkabau menyimpan banyak kekayaan tradisi lisan. tari indang adalah dari kata Indang atau disebut juga badindin, salah satunya. Tarian ini sesungguhnya suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan secara berkelompok sambil berdendang dan memainkan rebana kecil. Pentas Tari Indang biasa diramaikan tujuh penari yang semuanya laki-laki. Ketujuh penari itu biasa dinamai ‘anak indang’. Mereka dipimpin seorang guru yang disebut tukang dzikirindang merupakan manifestasi budaya mendidik lewat surau dan kentalnya pengaruh budaya Islam di Minangkabau.

d.      TARI LILIN SUMATERA BARAT

Tarian Lilin merupakan sebuah tarian yang dipersembahkan oleh sekumpulan penari dengan diiringi sekumpulan pemusik. Para penari ini akan membawa lilin yang dinyalakan pada piring yang dipegang oleh tangan mereka. Penari akan menarikan tarian secara berkelompok dengan memutar piring yang berisi lilin yang menyala secara berhati-hati agar piring tersebut sentiasa mendatar, dan lilin tidak mati. Tarian lilin merupakan sejenis kesenian Istana dan ditarikan pada waktu malam hari. Untuk memainkan tari lilin, seorang  memerlukan latihan yang giat karena pergerakan dengan lilin yang menyala tanpa pengalaman yang cukup sulit dilakukan.

e.      TARI PAYUNG

Tari Payung merupakan kesenian salah satu tari klasik dari yang berasal dari Daerah Minang. Tari payung menggambarkan kasih sayang seorang kekasih yang dilambangkan dengan melindungi dengan payungnya.Tari payung memang merupakan tari pergaulan muda-mudi sehingga dibawakan secara berpasang-pasangan. Tari ini biasa dibawakan untuk memeriahkan acara pesta, pameran, dan lain sebagainya.

f.        TARI PASAMBAHAN MINANG


Tari Pasambahan merupakan tarian sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu yang datang. Tari Pasambahan biasanya ditampilkan saat menyambut tamu dan saat kedatangan pengantin pria ke rumah pengantin wanita. Setelah Tari Pasambahan kemudian dilanjutkan dengan suguhan Daun Sirih dalam Carano kepada Sang tamu, sedangkan pada acara penyambutan pengantin pria, Daun sirih dalam Carano disuguhkan kepada pengantin pria sebagai wakil rombongan dan juga kepada kedua orangtua pengantin pria.

g.      TARI RANTAK MINANGKABAU

Menurut seniman-seniman senior (tua), kesenian ini telah dipelajari dan di lakukan jauh sebelum mereka lahir sehingga asal-usulnya menjadi kabur  dan kurangnya perhatian dari sejarawan setempat. Seni budaya ini sangat identik sekali dengan bahasa dan gaya bahasa masyarakat kerinci daerah Tanjung dalam menembangkanya nyayian (pengasuh) untuk mengiri kesenian dan tarian. Daerah Tanjung berada di hilir menyusuri sepanjang pinggiran sungai yang mengalir menuju Danau Kerinci. Hal ini terlihat dari lirik dan pantun serta bahasa Kerinci Hilir yang digunakan dalam mendendangkan lagu yang mengiringi gerakan tarian (pengasuh).

h.      TARI AMBEK AMBEK KOTO ANAU

Tari ini beresal dari provinsi sumatera barat. Tari Ambek-Ambek adalah berawal dari tingkah laku anak-anak yang bermain, bergelut, atau bercanda pura-pura berkelahi dengan menggunakan gerakan pencak atau merupakan olah gerak dan rasa sebagai satu bentuk materi permainan anak nagari.

i.        TARI RANDAI

  Randai adalah pertunjukan teater khas Minangkabau yang merupakan gabungan dari seni peran, seni tari, seni musik dan seni beladiri. Biasanya pertunjukan randai diadakan di lapangan terbuka di kampung kampung. Hampir seluruh nagari di kabupaten Solok dan juga Sumatera Barat memiliki kelompok randai. Anggota kelompok randai terdiri dari anak anak dan orang dewasa. Pada zaman dahulu aslinya tidak ada wanita yang menjadi anggota randai, sehingga untuk memerankan seorang wanita salah seorang anggota randai didandani mirip wanita. Pemain pemeran wanita ini disebut bujang gadih. Seiring perkembangan zaman, sekarang sudah banyak kelompok randai yang memiliki anggota wanita.

j.        TARI ALANG BABEGA MINANGKABAU

        Tari yang berasal dari daerah minangkabau ini, menggambarkan sebuah elang tebang berbegar mencari mangsa dengan mengembangkan atau mengibaskan sayap di udara lalu menukik menyambar ayam. 

2.      Pakaian Adat

Pakaian adat yang berada di ranah Minang ini terbagi dalam dua jenis yaitu pakaian adat penghulu dan juga pakian adat Bundo kandung. Penghulu atau ninik mamak ini memiliki peran yang sangat penting dan juga berhak untuk menatur keluarga dalan kaumnya sendiri. Pakaian ini terdiri dari destar atau saluak batimba, merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain batik dan bagian depan dibentuk kerutan. Ini mengandung makna tentang aturan hidup dari masyarakat Minang . Selanjutnya baju hitam longgar, dengan lengan yang longgar dan lebar juga bagian leher tidak berkatuk dan tidak memakai kancing sampai dada, artinya merupakan bentuk keterbukaan dan kelapangan pada seorang pemimpin. Ada juga celana hitam lebar yang melambangkan kesiagaan. Lalu ada sesamping, kain sandang, keris dan tongkat mengandng arti, tanggungjawab, kebesaran, keberanian, keputusan yang bijak. Jenis baju adat dari minangkabau ini digunakan oleh laki-laki yang memiliki gelar datuk.
Selanjutnya adalah pakaian adat Bundo Kandung yang terdiri dari tengkuluk atau penutup kepala seperti tanduk dengan bentuk runcing di kedua ujungnya ada rumbaian emas. Ini berarti bahwa Bundo Kandung sebagai pemilik rumah gadang dan tidak boleh menjunjung beban yang sangat berat. Lalu Baju kurung atau baju batabue biasanya berwaran merah, biru hitam atau taburan benang emas. Ini melambangkan kekayaan daerah Minang. Ada juga kain selempang, kain sarung dan perhiasan yang berarti harus melanjutkan keturunan, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan tidak boleh menginginkan sesuatu secara berlebihan. Bundo kandung merupakanjenis baju ada dari Minangkabau Sumatera Barat yang tidak bisa digunakan oleh semua wanita hanya di gunakan oleh wanita yang arif bijaksana

3.      Senjata Tradisional.
Senjata tradisional Padang (Sumatera Barat) adalah Keris. Keris biasanya dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, saat sekarang hanya dipakai bagi mempelai pria. Berbagai jenis tombak, pedang panjang, sumpit juga dipakai oleh raja-raja Minangkabau dalam menjaga diri mereka.
4.      Rumah Adat

Rumah adat Padang (Sumatra Barat) disebut juga Rumah Gadang. Rumah adat asli memiliki ciciri setiap tiangnya tidaklah tegak lurus atau horizontal tapi mempunyai kemiringan. Karena orang dahulu yang datang dari laut hanya tahu bagai mana membuat kapal. Rancangan kapal inilah yang ditiru dalam membuat rumah. Rumah adat jugat tidak memakai paku tapi memakai pasak kayu. Ini disebabkan daerah Sumatera Barat rawan terhadap gempa, baik vulkanik maupun tektonik. Jika dipasak dengan kayu setiap ada gempa akan semakin kuat mengikatnya.
5.   Tradisi Adat
Salah satu tradisi adat Minangkabau yaitu persembahan dalam upacara pemakaman masih dilaksanakan pada salah satu kecamatan di Sumatra Barat. Di beberapa kecamatan ada yang menyebut tradisi ini dengan nama tradisi Silat Pauh (Silek Pauah). Selain itu di kota Padang juga terdapat beberapa pantai, salah satunya adalah Pantai Air Manis. Di sana terdapat kisah Malin Kundang yang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di Pantai air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.
Kemudian selanjutnya ada “Tabuik”  (Indonesia: Tabut) merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Muhammad, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman. Festival ini termasuk menampilkan kembali Pertempuran Karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut. Walaupun awal mulanya merupakan upacara Syi’ah, akan tetapi penduduk terbanyak di Pariaman dan daerah lain yang melakukan upacara serupa, kebanyakan penganut Sunni. Di Bengkulu dikenal pula dengan nama Tabot.
Upacara melabuhkan tabuik ke laut dilakukan setiap tahun di Pariaman pada 10 Muharram sejak 1831. Upacara ini diperkenalkan di daerah ini oleh Pasukan Tamil Muslim Syi’ah dari India, yang ditempatkan di sini dan kemudian bermukim pada masa kekuasaan Inggris di Sumatera bagian barat.
6.   Makanan Khas
Sumatra Barat (Padang) terkenal dengan masakan-masakan memiliki rasa pedas kerena masakan yang dibuat banyak mengandung rempah-rempah. Berkat cita rasa dari rempah rempah itulah menjadikan masakan padang menjadi selera sebagian besar masyarakat Indonesia, masakan ini juga populer sampai ke mancanegara. Makanan yang populer diantaranya seperti Rendang, Gulai, Ayam Pop, Terung Balado, Gulai Itik Cabai Hijau, Nasi Kapau, Sate Padang dan Kerupuk Sanjai.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar