Aspek Demografis
dari Individu Pengguna Internet yang Dipengaruhi Oleh Gender
Internet merupakan hal yang penting bagi manusia di masa kini. Manusia menggunakan
internet dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ilmu pengetahuan,
pendidikan bahkan dalam aspek sosial. Keterkaitan manusia dengan internet sudah
sangat mengglobal karena dengan menggunakan internet kita dapat mengakses
berbagai situs dari seluruh dunia.
Dalam internet ada beberapa hal yang mempengaruhi interaksi manusia dan
internet seperti gender, usia dan budaya. Hal-hal ini mungkin terlihat sepele
dan tidak relevan tetapi hal-hal ini memiliki kaitan yang erat dalm interaksi
manusia dan internet.
Dalam kesempatan ini, kelompok kami akan membahas dari segi gender.
Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan
dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau
identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai “seperangkat
peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan
perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.
- Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free (baik di laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat lainnya, seperti: warnet, sekolah atau wifi area.
- Dari jumlah waktu penggunaan internet per bulan menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di rumah termasuk dalam kategori heavy users (pengguna internet yang menghabiskan waktu lebih dari 40 jam per bulan). Sedangkan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di warnet dan memanfaatkan wifi area publik sebagai tempat akses internet mereka dikategorikan sebagai medium users (pengguna internet yang menghabiskan waktu antara 10 sampai 40 jam per bulan). Sementara itu, bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users(pengguna internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
- Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi (information utility), aktivitas kesenangan (leisure/fun activities), komunikasi (communication), dan transaksi (transactions).
- Pengaruh gender di internet pada umumnya wanita yang sering bermain dengan internet, misalnya facebook, twitter dan lain-lain. Wanita selalu memposting lebih banyak daripada pria, karena wanita terlalu sensitive pada apa yang sedang terjadi dan sangat emosional. Pada pria lebih cenderung ke forum atau game online. Pria juga senang berjam-jam untuk melakukan hal itu. Internet juga bisa membuat para pria terpengaruh oleh fashion jaman sekarang.
Contohnya dari Korea, bisa saja mereka membuat para pria mengenakan
fashion itu, tetapi dari sudut pandang wanita fashion itu tidak cocok untuk
mereka yang pria jantan, contohnya dari gaya rambut. Jaman sekarang para pria
banyak yang mengikuti gaya rambut dari negara luar, padahal gaya rambut itu
membuat mereka terlihat seperti wanita. Semakin berkembangnya internet dan
globalisasi membuat banyak yang pria seakan-akan menjadi wanita dan wanita
seperti pria.
Penelitian yang dilakukan oleh Straub, dkk menyatakan bahwa wanita lebih banyak
memperoleh manfaat dari hadirnya email. Dengan bertambahnya user wanita berarti
adanya pengaruh terhadap efektifitas penerimaan media pada wanita. David
[DAV98a, DAV96] menyatakan bahwa meningkatnya efektifitas terhadap media
mempunyai korelasi yang tinggi dengan peningkatan manfaat yang diambil (PU).
Dari dasar yang telah ada dapat ditarik hipotesa sementara bahwa wanita akan
mendapatkan manfaat yang lebih tinggi daripada laki-laki dalam sebuah website.
Untuk kemudahan dalam penggunaan website juga akan dilihat apakah gender
pengaruh pada kemampuan seseorang dalam menggunakan sebuah website. Pada
penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Krahn menyebutkan bahwa wanita memiliki
kecemasan yang lebih tinggi daripada laki-laki dalam menggunakan komputer
secara general. Dari dasar yang dijelaskan pada PU, wanita seharusnya menerima
fasilitas yang disediakan oleh internet sehingga dapat meningkatkan kenyamanan
wanita dengan media elektronik.
Referensi:
worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/09/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-intrapersonal-3-aspek-psikologis-dari-individu-pengguna-internet-dan-aspek-demografis-dari-individu-pengguna-internet/
id.wikipedia.org/wiki/Gender_(sosial)
library.unej.ac.id
NAMA ANGGOTA
1. Daniella Meira Ghea Anggarani (12414525)
2. Dian Ratnasari
(12514998)
3. Erna Usman
(13514634)
4. Revisha Avenia
(19514124)