Minggu, 14 Juni 2015

Potensi Belajar dan Bahasa pada Anak-Anak

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Golden Age atau fase emas merupakan fase terpenting bagi perkembangan potensi belajar pada anak. Dimana pada masa ini terjadi kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan,. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.
Di usia ini anak memiliki kemampuan mengingat paling baik. Ia juga sangat mudah diarahkan pada hal yang benar. Oleh sebab itu pembentukan kepribadian anak harus sudah ditata pada masa ini.

Stimulasi orang tua di masa emas adalah hal terpenting yang mesti dilakukan di rumah atau melalui pendidikan anak usia dini (PAUD). Stimulasi ini mencakup bagaimana mengembangkan aspek motorik halus, motorik kasar, kognitif dan apektif juga bahasa.
Stimulasi motorik halus dapat berupa keterampilan yang menyangkut keluwesan jemari. Sedangkan motorik kasar merupakan kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh yang mencakup keterampilan mengendalikan otot-otot besar.
Sementara Kognitif adalah kemampuan anak untuk memproses, menginterpretasikan, mengolah, mengategorikan informasi yang diperolehnya melalui panca indra.
Bahasa dapat dimaknai sebagai suatu sistem tanda, baik lisan maupun tulisan dan merupakan sistem komunikasi antar manusia. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain.

1.2  Perumusan Masalah

a.       Apa itu Masa Golden Age ?
b.      Apa yang dimaksud bahasa?
c.       Tahap apa saja yang dilalui oleh anak dalam berbahasa?

1.3  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut:
a.       Akan mendeskripsikan pengertian dari masa Golden Age ?
b.      Akan mendeskripsikan pengertian dari bahasa?
c.       Akan mendeskripsikan tentang tahap yang dilalui oleh anak dalam berbahasa


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Masa Golden Age
Golden Age atau fase emas merupakan fase terpenting bagi perkembangan potensi belajar pada anak. Dimana pada masa ini terjadi kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan,. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral. Pada masa ini, otak mengalami proses tumbuh kembang yang cepat dan kritis. Kebutuhan nutrisi juga sangat diperlukan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia ini. Karena gizi dan stimulus atau rangsangan adalah hal terpenting dalam perkembangan otak anak.
Di usia ini anak memiliki kemampuan mengingat paling baik. Ia juga sangat mudah diarahkan pada hal yang benar. Oleh sebab itu pembentukan kepribadian anak harus sudah ditata pada masa ini.

Stimulasi orang tua di masa emas adalah hal terpenting yang mesti dilakukan di rumah atau melalui pendidikan anak usia dini (PAUD).Disini anak perlu mendapatkan suatu pola asuh yang tepat untuk membentuk pola pikir, emosi dan kepribadian anak seperti menjadi orang tua yang dapat dijadikan teladan bagi anak, memberikan pendampingan pada anak saat menyaksikan tayangan televise, dan memberikan fasilitas belajar atau bacaan yang mendidik, agar anak-anak dapat tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya. Stimulasi ini mencakup bagaimana mengembangkan aspek motorik halus, motorik kasar, kognitif dan apektif.

Stimulasi Motorik Halus dapat berupa keterampilan yang menyangkut keluwesan jemari. Hal ini bisa dilakukan lewat permainan yang merangsang keterampilan tangan anak, seperti melipat kertas, mewarnai, memasukkan sendok ke mulut, dsb. Kemampuan motorik halus sangat diperlukan sebagai dasar kemapuan menulis dan aktivitas lainnya, diantaranya makan, minum, mengancingkan baju, memakai kaos kaki dll.

Sedangkan Motorik Kasar merupakan kemampuan untuk mengontrol gerakan tubuh yang mencakup keterampilan mengendalikan otot-otot besar. Perkembangan motorik kasar bisa diperoleh melalui permainan merangkak, berjalan, memanjat, berlari, berguling dan berenang.

Sementara Kognitif adalah kemampuan anak untuk memproses, menginterpretasikan, mengolah, mengategorikan informasi yang diperolehnya melalui panca indra.
Kemampuan ini selanjutnya berkembang menjadi kemampuan berpikir yang logis. Perkembangan daya pikir anak menentukan kemampuannya dalam memahami lingkungannya baik secara logis maupun realistis. Dengan semakin berkembangnya kemampuan kognitifnya, pemahaman anak mengenai objek, orang serta peristiwa di lingkungannya akan membuat anak melakukan penilaian secara akurat.
Dalam hal ini kebiasaan mengajak anak banyak bicara akan sangat baik dalam meningkatkan kemampuan kognitif yang diperoleh lewat penguasaan bahasa.

2.2  Bahasa
     Bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Bahasa dapat dimaknai sebagai suatu sistem tanda, baik lisan maupun tulisan dan merupakan sistem komunikasi antar manusia. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain. Penguasaan keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan bahasa sehingga anak dapat membangun hubungan sehingga tidak mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas.

Bahasa memungkinkan manusia berfikir secara abstrak di mana objek-objek yang faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol bahasa yang bersifat abstrak. Dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berfikir mengenai satu objek tertentu meskipun objek tersebut secara faktual tidak berada di tempat di mana kegiatan berfikir itu dilakukan. Adanya simbol bahasa yang bersifat abstrak ini memungkinkan manusia untuk untuk memikirkan sesuatu secara berlanjut. Demikian juga bahasa memberikan kemampuan untuk berfikir secara teratur dan sistematis. Transformasi objek faktual menjadi simbol abstrak yang diwujudkan lewat pembendaharaan ini dirangkaikan oleh tata bahasa untuk mengemukakan suatu jalan pemikiran atau ekspresi perasaan.

Bahasa mencakup komunikasi non verbal dan komunikasi verbal serta dapat dipelajari secara teratur tergantung pada kematangan sertakesempatan belajar yang dimiliki seseorang, demikian juga bahasa merupakan landasan seorang anak untuk mempelajari hal-hal lain. Sebelum dia belajar pengetahuan-pengetahuan lain, dia perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami dengan baik . Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung kemampuan keaksaraan di tingkat yang lebih tinggi.
2.3  Tahap dalam Berbahasa
Setiap anak mempunyai perkembangan bahasa lisan yang berbeda-beda karena muatan informasi yang dapat dikumpulkan anak tidak hanya tergantung pada banyaknya dan jenis penglihatan dan pendengaran yang mereka miliki. Namun juga pada cara mereka belajar menggunakan penglihatan dan pendengaran itu. Masing-masing anak belajar memanfaatkan informasi sensorik yang tersedia dengan caranya sendiri. Beberapa anak berinteraksi dengan dunianya terutama dengan sentuhannya, sementara yang lain mungkin lebih bergantung pada penglihatan dan pendengarannya. Bagi kebanyakan anak, kombinasi dari kesemuanya itu akan paling bermanfaat. Bagi anak lainnya, menggunakan pendengaran, penglihatan, dan sentuhan pada saat yang bersamaan terasa membingungkan dan dalam situasi yang berbedaan, mereka mungkin memilih untuk menggantungkan terutama satu indera.

Semua anak tampaknya melalui serangkaian tahap bahasa ketika mereka memperoleh bahasa. Tahap itu dapat berbeda, tetapi urutan tahap pemerolehan bahasa itu tampaknya sama bagi setiap anak. Menurut Aitchison (1984),

Tahap menangis, yakni suatu tahap dimana bayi mengeluarkan tangisan. Tangisan bayi ternyata mempunyai beberapa tipe makan. Sebenarnya tidaklah tepat bila dikatakan bahwa tangisan adalah fase perkembangan bahasa, karena tampaknya tangisan itu merupakan komunikasi yang bersifat instingtif. Hasil penelitian membuktikan bahwa makna tangisan bayi bersifat universal.

Tahap mendengkur, yakni suatu tahap ketika anak itu mulai mengeluarkan bunyi dengkuran seperti dengkur burung merpati. Bunyi seperti itu sering diidentifikasi sebagai mirip dengan vokal, meskipun pengecekan dengan spektogram menunjukkan bunyi dengkuran itu tidak sama dengan vokal orang dewasa.
Tahap meraban, yakni tahap di mana anak itu mulai melatih alat-alat ucapkan dengan mengeluarkan bunyi mama, dada dan sejenisnya. Bunyi-bunyi semacam itu bersifat universal. Artinya gejala semacam itu berlaku bagi setiap anak di dunia, tidak pandang bulu anak itu berbahasa apa dan dari etnis dan bangsa apa anak itu. Pada tahap ini anak juga masih mendengkur di samping meraban.

Tahap pola intonasi, yakni tahap di mana anak itu mulai menirukan pola intonasi orang tuanya.

Tahap tuturan satu kata, yakni tahap di mana anak itu mulai memperoleh empat atau lima kata sampai kurang lebih lima puluh kata. Rata-rata anak memperoleh lima belas kata yang berupa nama orang, binatang atau benda.

Tahap tuturan dua kata, yakni tahap anak memperoleh kata mencapai ratusan jumlahnya. Tahap ini sering disebut sebagai tahap telegrafis karena tuturan anak itu mirip dengan telegram yang sangat singkat, lazimnya dua kata yang sudah merupakan kalimat utuh.

Tahap infeksi kata, yakni tahap anak mulai memperoleh kata-kata turunan dari kata benda atau kata kerja, dan lain-lain dan anak memperoleh kata ulang serta mungkin juga kata majemuk.

Tahap bentuk tanya dan ingkar yaitu tahap di mana anak itu mulai dapat menggunakan bentuk tanya dan bentuk ingkar.

Tahap konstruksi yang jarang atau kompleks yaitu tahap di mana anak itu mulai menggunakan konstruksi yang jarang digunakan atau konstruksi yang kompleks, seperti kalimat majemuk.

Tahap tuturan yang matang, yaitu tahap di mana anak sudah memperoleh tuturan yang lengkap yang mirip atau sama dengan tuturan yang dikuasai oleh orang dewasa. Pada tahap itu, periode kritis sudah lewat dan anak sudah menguasai kaidah tata bahasanya secara relatif sempurna.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Fase terpenting bagi perkembangan potensi belajar pada anak terjadi pada fase emas atau golden age . Dimana pada masa ini terjadi kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan.
Proses perkembanagan bahasa anak dapat berlangsung dengan baik, apabila di dukung oleh beberapa faktor diataranya perolehan bahasa anak, pola asuh, keluarga, dan tidak kalah pentingnya yaitu faktor usia (umur anak). Dalam berbahasa pun terdapat tahap – tahapan yang harus di lalui  oleh anak seperti tahap menangis, mendengkur, pola intonasi, tuturan satu kata, tuturan dua kata, infeksi kata , bentuk tanya dan ingkar, konstruksi, tuturan yang matang


DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaeful Bahri. 2000. Psikologi Belajar Edisi II. Jakarta: Rineka Cipta
Dalyono,  M. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Abror, Abdu. Rachman. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya


Jumat, 12 Juni 2015

Softskill

THEMATIC APPERCEPTION TEST (TAT)
 TAT diciptakan oleh seorang psikolog dari Harvard bernama Morgan dan Murray pada tahun 1930-an dan TAT yang lazim dilakukan kepada orang-orang terdiri dari setumpuk kartu bergambar, yang mengandung ekspresi-ekspresi yang kuat. Kartu TAT ini juga di kategorikan berdasarkan gender, B untuk boys, G untuk girls dan M-F untuk maleand female, yakni untuk kedua jenis.
Bentuk modifikasi dari TAT adalah CAT (Childrena’s Apperception Test), yang menyediakan gambar yang terfokus pada konflik, hubungan orang tua, permusuhan dengan saudara kandung, dan situasi lain yang sering ditemui pada anak-anak. Tes lain yang mirip dengan TAT dan CAT adalah 
Michigan Picture Story Test (MPST), terdiri dari material yang menggambarkan anak-anak dalam hubungannya dengan orang tua, polisi, dan figur otoriter lainnya, juga teman-teman. Tes ini sangat bermanfaat dalam melihat struktur dari sikap anak-anak terhadap orang dewasa dan teman-teman sekaligus mengevaluasi masalah yang mungkin timbul.
Selain itu ada juga tes Make-A-Picture Story (MAPS), yang memiliki kesamaan dengan MPST dalam hal tujuan dan potensi interpretasi yang dimiliki. Perbedaan MAPS dengan tes lain yaitu, pada MAPS klien diperbolehkan memilih karakter yang akan diletakkan pada latar belakang panggung yang kecil, untuk kemudian klien membuat cerita berdasarkan situasi tersebut.
TAT ini didasarkan pada teori needs Murray yang memandang bahwa dalam suatu perilaku manusia pasti didorong oleh adanya motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak jaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.
Dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, klien berespon terhadap stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu sehingga tanpa sadar klien mengungkap struktur dasar dan dinamika kepribadiannya. Beberapa teknik proyektif yang terkenal dan digunakan secara luas antara lain tes Rorschach, Thematic Apperception Test(TAT), ChildrenÂ’s Apperception Test (CAT), tes Draw-A-Person (DAP), tesMake-A-Picture Story (MAPS), Michigan Picture Story Test, dan Sentence Completion Test.
  • Hal yang menarik bagi kelompok adalah karna alat ini sangat berguna untuk mengetahui karakter seseorang hanya dengan menggunakan suatu alat 
  • Prospek jangka panjang, pasti akan sangat berguna untuk para psikolog dan akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu psikologi yang semakin canggih.
  •  Tantangannya: tidak semua pasien mau dites menggunakan alat ini karna alat ini akan mengetahui karakteristik pasien dengan lengkap


Tes IST (Intelligenz Struktur Test)

Tes IST merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur inteligensi individu. Tes ini dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt, Jerman pada tahun 1953. Amthauer mendefinisikan inteligensi sebagai keseluruhan struktur dari kemampuan jiwa-rohani manusia yang akan tampak jelas dalam hasil tes. Intelegensi hanya akan dapat dikenali (dilihat) melalui manifestasinya misalnya pada hasil atau prestasi suatu tes.

Berdasarkan pemikiran ini Amthauer menyusun sebuah tes yang dinamakan IST dengan hipotesis kerja sebagai berikut: “Komponen dalam struktur tersebut tersusun secara hierarkis; maksudnya bidang yang dominan kurang lebih akan berpengaruh pada bidang-bidang yang lain; kemampuan yang dominan dalam struktur intelegensi akan menentukan dan mempengaruhi kemampuan yang lainnya.”

 Pandangan Amthaeur pada dasarnya didasari oleh teori faktor, baik itu teori bifaktor, teori multifaktor, model struktur inteligensi Guilford dan teori hirarki faktor. Berdasarkan teori faktor, untuk mengukur inteligensi seseorang diperlukan suatu rangkaian baterai tes yang terdiri dari subtes-subtes. Antara subtes satu dengan lainnya, ada yang saling berhubungan karena mengukur faktor yang sama (general factor atau group factor), tapi ada juga yang tidak berhubungan karena masing-masingnya mengukur faktor khusus (special factor). Sedangkan kemampuan seseorang itu merupakan penjumlahan dari seluruh skor subtes-subtes. Maka Amthauer menyusun IST sebagai baterai tes yang terdiri dari 9 subtes (Polhaupessy, dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2009).

Karakteristik dari baterai tes Amthauer menunjukkan adanya suatu interkorelasi yang rendah antar subtesnya (r=0.25) dan korelasi antara subtes dengan jumlah (keseluruhan subtes) yang rendah pula (r=0.60).

Semenjak diciptakan, IST terus dikembangkan oleh Amthauer dengan bantuan dari para koleganya

  • Hal yang menarik bagi kelompok adalah dengan sebuah tes kita dapat mengukur intelegensi seseorang.
  • Prospek jangan panjang akan sangat memudahkan psikolog untuk mengukur intelegensi seseorang dan menempatkan pekerjaannya yang sesuai dengan intelegensi dan kemampuannya pasti akan terus berkembang karna manfaatnya yang sangat berguna pasti akan selalu di butuhkan.
  • Tantangannya: peserta yang mengikuti tes sering mengalami kesulitan dalam menghadapi tes ini.



Lie Detector

Orang-orang berbohong dan menipu orang lain karena berbagai alasan. Paling sering, berbohong adalah mekanisme pertahanan yang digunakan untuk menghindari masalah dengan hukum, atasan atau figur otoritas. Terkadang, Anda dapat mengetahui bahwa seseorang itu berbohong, tetapi lain waktu mungkin tidak begitu mudah. Polygraphs, atau yang biasa disebut “detektor kebohongan/lie detector” adalah alat yang memantau seseorang melalui reaksi fisiologis.


Tampak bagian jari jari orang yang di tes di pasangi sebuah sensor yang terhubung ke mesin


Tampak diatas sensor sensor juga dipasang di sekitar dada dan lengan untuk mendeteksi nadi dan jantung

Sebuah instrumen poligraf pada dasarnya adalah kombinasi alat-alat medis yang digunakan untuk memantau perubahan yang terjadi dalam tubuh. seseorang akan ditanya tentang peristiwa atau kejadian tertentu, para pemeriksa (operator alat lie detector sekaligus biasanya seorang penyidik atau forensic psychophysiologist ) tampak melihat bagaimana detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan dan aktivitas elektro-dermal (keringat, dalam kasus ini jari-jari) perubahan perbandingan tingkat normal.

Fluktuasi mungkin menunjukkan bahwa orang ini sedang menipu atau berbohong. Lie Detector mendeteksi adanya kebohongan dari sistem gelombang. bila seseorang bohong maka gelombang akan bergetar cepat. sebaliknya jika seseorang jujur, maka gelombang tidak bergetar dengan cepat dan tidak terdeteksi oleh Lie Detector

Saat seseorang melakukan sebuah tes kebohongan, maka orang tersebut akan dipasangkan 4 sampai 6 sensor, dan dihubungkan dengan sebuah gambar grafik yang menunjukkan hasil hasil dari pertanyaan yang diajukan. Sensor sensor tersebut biasanya merekam aktifitas seperti yang disebutkan diatas. Kadang-kadang poligraf juga akan mencatat hal-hal seperti gerakan lengan dan kaki.

Ketika tes poligraf dimulai, sang investigator atau penanya akan memberi 3-4 pertanyaan yang simpel dan sederhana dengan jawaban yang diketahui dengan tujuan untuk membentuk suatu fisiologis “dasar.”. setelah itu beranjak ke pertanyaan berat yang kemudian indikatornya bisa ditampilkan dalam sebuah grafik naik turun mirip sebuah sesimograph pencatat gempa.



  •  Hal yang menarik bagi kelompok adalah alat ini dapat mengetahui bahwa seseorang berbohong walaupun bahasa tubuhnya menutupi bahwa iya tidak berbohong.
  •  Prospek jangka panjang pasti akan sangat di butuhkan untuk mengetahui seseorang dia berbohong atau tidak. Dan pasti akan sangat berkembang karna peneliti pasti akan memperbaiki hal yang kurang pada alat tersebut.
  • Tantangannya: tidak semua seseorang yang berbohong mau untuk dites menggunakan alat ini karna secara tidak langsung dia akan membuka aibnya sendiri 




- Mata Kuliah Softskill-
           -1PA10-

1. Astri Deristianti
2. Ayuningtyas Pramatasari
3. Chantika Ariesty Silooy
4. Dian Ratnasari
5. Ishma Shabur Annisa



Jumat, 08 Mei 2015

Penemuan

Penemuan yang paling bermakna menurut kelompok kami adalah:

1.       Slingshot (Water Purifier)
Alasan kami memilih alat ini karena di Indonesia terkadang sulit untuk mendapatkan air bersih. Karna air bersih adalah kebutuhan yang sangat penting untung kelangsungan hidup banyak orang, dengan alat ini sumber air menjadi terjamin walaupun pada awalnya air itu berasal dari air yang tidak bersih.

2.       Sky Farm
Alasan kami memilih alat ini karena lahan pertanian di Indonesia sudah mulai berkurang karna lahan untuk persawahan yang mulai tergusur untuk perumahan dan berbagai tempat lainnya, Sky Farm adalah slah satu teknologi yang sangat membantu untuk lahan pertanian.

3.       Highway sky
Alasam kami memilih alat ini karna padatnya penduduk yang ada dikota kota besar yang sebagian besar memiliki kendaraan yang pasti akan membuat jalan padat di jam berangkat kerja dan pulang kerja. Highway sky akan sangat membantu mengurangi kepadatan jalan raya yang sering membuat macet jalanan yang sangat membosankan.

    Dari ketiga penemuan di atas menurut kelompok kami penemuan yang paling dibutuhkan/di perlukan di Indonesia adalah Slingshot (Water Purifer) karena masih banyak tempat di Indonesia yang krisis air bersih akibat sungai yang tercemar limbah rumah tangga maupun pabrik dengan adanya alat ini di Indonesia air yang sudah tercemarpun dapat kembali jernih dan aman untuk di konsumsi.


-Mata Kuliah Softskill-          
         -1PA10-

Astri Deristianti
Ayuningtyas Pramatasari
Chantika Ariesti Silooy
Dian Ratnasari
Ishma Shabur Annisa

Kamis, 26 Maret 2015

Vending Machine Kue Cubit

1.    Product

Nama mesin : Vending Machine Kue Cubit

Alasan          : karena sekarang ini kue cubit sedang trend , agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kue cubit yang diinginkan tanpa harus datang ke restoran dan harus menunggu lama untuk mendapatkan kue cubit.


2.       Person

Yang terlibat dalam penciptaan karya ini adalah :

Yang mendukung keberhasilan :

  • Perusahaan pengguna jasa.
  • BPOM
  • DEPKES
Peran perusahaan pengguna jasa adalah mereka yang menyediakan bahan baku untuk membuat kue cubit dan berbagai perlengkapan lainnya.
Peran BPOM sudah mengecek kelayakan pangan untuk dikonsumsi masyarakat
Peran DEPKES sudah mengecek dari segikesehatan.

Untuk siapa target :

Vending machine kue cubit ini di peruntukan untuk berbagai kalangan masyarakat yang menyukai makanan kue cubit ini.

3.       Press

    1.       Apa yang memotivasi

               Karna sekarang kue cubit sedang naik daun dengan berbagai macam topping dan rasa yang menarik.  

    2.       Apa dampak positif dan negative

          Positif   :

  • Lebih memudahkan peminat kue cubit mendapatkannya
  • Masyarakat bisa memilih sendiri varian rasa dan toping hanya dengan menekan tombol yang berada di mesin.
  • Menghemat waktu untuk membeli kue cubit karna tidak harus repot datang ke café dan menunggu untuk waktu yang lama.
  • Untuk pembayaran bisa di lakukan dengan 2 cara bisa menggunakan electronic card atau uang tunai yang ada di mesin.
  •  Vending machine ini akan di sediakan di berbagai tempat umum misalnya di stasiun, kampus, pinggir jalan, di sekitar pusat kota, di mall.

     
    Negative  :
  •  Mesin kadang lebih suka eror
  • Masyarakat yang tidak tau cara pakai bisa salah pilihan
  • Butuh biaya banyak dan harus selalu di cek kebersihan dan keadaan adonan dan alat yang ada di dalam mesin
  • Terkadang electronic card tidak dapat di pakai, dan harus menggunakan uang pas ketika membayar dengan uang tunai.
         Prediksi    :
  
       Keadaan mesin kurang terawat karna banyaknya pemakai, dan masyarakat serta oknum yang tidak bertanggung jawab.
          Mendukung      : banyaknya peminat kue cubit.
          Menggagalkan : mungkin para pedagang kue cubit kaki lima dan café atau restoran kurang mendukung dan pasti banyak protes.

        Cara mengantisipasi :

  •  Memberikan sosialisasi kepada pedagang.
  •  Mengajari cara memakai vending machine ke masyarakat.
  •  Menghibau kepada masyarakat untuk merawat mesin tersebut.

4.       Proses


  • Membuat desain mesin yang akan dibuat.
  • Memberikan contoh mesin tersebut kepada perusahaan penerima jasa.
  • Jika mesin tersebut diterima dan layak pakai, kami meminta surat izin ke BPOM dan DIKES agar mesin tersebut dapat langsung digunakan.
  • Setelah meminta surat izin, kami langsung mengsosialisasikan cara menggunakan mesin tersebut kepada konsumen.
  • Vending Machine Kue Cubit siap untuk digunaka


- Mata Kuliah Softskill-
           -1PA10-

1. Astri Deristianti
2. Ayuningtyas Pramatasari
3. Chantika Ariesty Silooy
4. Dian Ratnasari
5. Ishma Shabur Annisa


Rabu, 18 Maret 2015

Psikologi Umum





 A. Penjelasan Proses Sensasi Persepsi


Proses pertama dalam sensasi persepsi yaitu menerima rangsangan atau stimulus dari berbagai sumber. Kebanyakan stimulus diterima melalui alat/panca indera. Sebelum stimulus terintegrasi menghasilkan persepsi, pada saat pengolahan informasi terdapat seleksi stimulus secara sadar.

Proses kedua yaitu ambang batas , berbagai stimulus yang diterima oleh indera tidak semuanya masuk dalam kesadaran.  Hanya stimulus yang cukup kuat yang dapat masuk dalam kesadaran. Stimulus yang tidak cukup kuat tidak akan kita sadari . Agar dapat menimbulkan kesadaran stimulus  harus melebihi batas kekuatan minimal (ambang stimulus) jika tidak, stimulus tidak dapat disadari oleh kita

Proses ketiga yaitu panca indra, stimulus dapat di persepsi jika ada perhatian individu untuk memersepsi . setelah adanya perhatian individu akan menyadari adanya stimulus yang di tangkap oleh alat indra seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, pendengaran, perabaan, dan pengecapan  .

Proses ke empat yaitu sensasi terjadi saat alat indra mengubah  informasi menjadi impuls-impuls syaraf yg dimengerti oleh otak melalui proses tranduksi

Proses kelima yaitu proses yang mempengaruhi persepsi , Alat indera menangkap stimuli, lalu stimuli tersebut diubah menjadi sinyal yg dapat dimengerti oleh otak untuk kemudian diolah . Disinilah cara kita menginterpretasi atau mengerti pesan yg telah diproses oleh sistem indrawi kita

Terakhir yaitu persepsi, proses memberi makna pada sensasi . Dengan melakukan persepsi manusia memperoleh pengetahuan baru.

B. Faktor-Faktor Persepsi

Faktor Internal
  •   Alat indra dan pusat susunan saraf

Alat indra atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus. Sedangkan saraf sensori berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor, ke pusat susunan saraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran . Dan saraf motorik untuk menimbulkan respons

  • Perhatian

Agar terjadi proses persepsi diperlukan perhatian yaitu proses atau tahap pertama sebagai persiapan mengadakan persepsi . perhatian adalah pemusatan atau pengonsentrasian seluruh aktivitas individu pada satu atau sekumpulan objek

Faktor eksternal
  • Objek yang dipersepsi

persepsi mengandaikan adanya objek yang dipersepsi . objek menimbulkan stimulus yang memicu dan merangsang alat indra atau reseptor. Walaupun sebagian besar stimulus itu datang dari luar , ada juga stimulus yang dating dari dalam individu yang memersepsi.

  •  Nilai-nilai dan kebutuhan

Nilai-nilai dan kebutuhan individu sangat mempengaruhi proses persepsi. Seorang seniman akan berbeda dalam pengamatan dibandingkan dengan orang yang bukan seniman.  Penelitian menunjukan bahwa anak-anak dari golongan miskin melihat koin (mata uang logam) lebih besar dari pada anak-anak orang kaya.

C. Proses Perubahan Sensasi - Persepsi 

·      Stimulus (rangsang): setiap aspek dari dunia luar yang secara langsung berpengaruh pada prilaku/kesadaran manusia
   

      Transduksi: proses perubahan suatu bentuk energi ke dalam bentuk energi yang lain.

      Brain - Primary Area : area otak utama yang menerima informasi sensorik dari thalamic proyeksi saraf.

      Brain- Association Area : merekam pengalaman persepsi, agar manusia dapat lebih efisien dalam melakukan interaksi dengan lingkungan di sekitarnya.

     Personalized Perception: pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan-ingatan personal akan menambah persepsi kita. Oleh karena itu persepsi bisa tidak mencerminkan stimulus aslinya. Persepsi dapat bias, berubah, atau terdistorsi.

sumber: 

Heru Basuki, A.M. (2008).Psikologi Umum. Jakarta: Gunadarma.
Rita,L. Atkinson, Richard C. Atkinson, dkk. (1987). Pengantar Psikologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.


Sabtu, 17 Januari 2015

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Manusia dan Tanggung Jawab

Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berati berbuat sebagai wujudan atas perbuatannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung jawab seorang presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah Menciptakan kita.

Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain
Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu

Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang¬gung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupa¬kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk ‘I’uhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.

Macam-macam Tanggung Jawab
Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia akan menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, dikenal jenis-jenis atau macam-macam dari tanggung jawab.

1. Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri

Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggung Jawab.

2.  Tanggung Jawab kepada keluarga

Keluarga  merupakan  masyarakat  kecil. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

3.  Tanggung Jawab kepada masyarakat

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

4.  Tanggung Jawab kepada  Bangsa/Negara

Setiap manusia, setiap individual adalah warga nagara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat olah norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.

5. Tanggung Jawab kepada Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya  manusia mempunyai tanggung jawab Iangsnng ternadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman  Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab sud melalui berbagai macam agama Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah  Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya  dilakukan manusia ternadap Tuhan sebagai penciptanya,  bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
  • Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebaga perwujudan, kesetiaan antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas.
  • Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.


Kesimpulan

Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.
Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang berlaku. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.


Anggota Kelompok :
  • Astri Deristianti
  • Ayuningtyas Pramatasari
  • Dian Ratnasari
  • Ishma Shabur Annisa
ILMU BUDAYA DASAR
           _1PA10_

Jumat, 14 November 2014

Maaf

written by : Dian Ratnasari

Maaf untuk semua tindakanku
untuk semua keputusanku yang menyakitimu.
Sungguh aku menjadi manusia tega bukan tak beralasan,
tapi sungguh aku melakukan nya
karena ku tak ingin kau terbebani.
Ku tak ingin cinta ini ternodai 

Sungguh aku menjadi manusia tega karna sanyang padamu
tapi sungguh aku minta maaf padamu
aku tak ingin lagi menduakan cinta-Nya
aku tak mau cinta kita menjadi salah

Biarkan aku seperti ini
bertahan dengan cinta-Nya,
menunggumu disini ,
memantaskan diri dihadapan-Nya

sampai akan tiba saatnya nanti
Allah mempertemukan kita
mempersatukan kita 
dengan cara yang di cintai-Nya