Kamis, 24 Maret 2016

Konsep Normal-Abnormal

PENDAHULUAN

  • LATAR BELAKANG

Normalitas merupakan keadaan yang sehat, manusia yang mampu menguasai segala factor dalam hidupnya sehingga ia dapat menguasai kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan. Abnormalitas atau juga disebut perilaku abnormal merupakan suatu yang dianggap berlebihan di masyarakat. Juga merupakan kondisi emosional seperti kecemasan dan depresi yang tidak sesuai dengan situasinya. Normalitas dan abnormalitas mempunyai batasan nya sendiri.   Batas antara normal dengan abnormal pun bukan dilihat sebagai dua kutub yang berlawanan, melainkan lebih berada dalam satu kontinum sehingga garis yang membedakan sangatlah tipis.

  • RUMUSAN MASALAH

            Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merumuskan masalah pada makalah ini, sebagai berikut:
a.       Apa itu Normal ?
b.      Apa itu Abnormal ?
c.       Bagaimana Definisi Normal Menurut Para Ahli ?
d.      Bagaimana Definisi Abnormal Menurut Para Ahli ?
e.       Bagaimana Perilaku yang Abnormal ?

  • TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut:
a.       Mendeskripsikan Definisi Normal
b.      Mendeskripsikan Definisi Abnormal
c.       Mendeskripsikan Definisi Normal Menurut Para Ahli
d.      Mendeskripsikan Definisi Abnormal Menurut Para Ahli
e.       Mendeskripsikan Perilaku yang Abnormal




TEORI

A.    NORMAL
Normal adalah keadaan sehat (tidak patologis) dalam hal fungsi keseluruhan. Sedangkan 

Perilaku Normal adalah perilaku yang adekuat (serasi dan tepat) yang dapat diterima oleh masyarakat pada umumnya.

Definisi Normal menurut para Ahli :
  • Musthafa Fahmi, mengatakan kesehatan jiwa adalah bebas dari gejala-gejala penyakit jiwa dan gangguan kejiwaan.
  • Pepkin’s : Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dariluar.
  • Allport, manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan.
  • Maslow, manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan.
  •  Kesehatan mental menurut UU No.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.


Dari beberapa defenisi yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dipahami bahwa orang yang sehat mentalnya adalah terwujudnya keharmonisan dalam fungs fisik,ijiwa dan sosial serta tercapainya kemampuan untuk menghadapi permasalahan sehari-hari, sehingga merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam dirinya. Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya.


B.     ABNORMAL
Abnormal adalah menyimpang dari yang normal (tidak biasa terjadi).(Maramis, 1999). Perilaku Abnormal adalah kondisi emosional seperti kecemasan dan depresi yang tidak sesuai dengan situasinya Perilaku Abnormal terdiri dari dua kata yaitu Perilaku dan Abnormal, Perilaku menurut kamus bahasa Indonesia adalah tingkah laku seorang manusia/ sikap seorang manusia, sedangkan Abnormal dapat didefinisikan sebagai hal yang jarang terjadi (seperti kidal) atau penyimpangan dari kondisi rata-rata (seperti tinggi badan yang ekstrem). Abnormalitas umumnya ditentukan berdasarkan munculnya beberapa karakteristik sekaligus dan definisi terbaik untuk ini menggunakan beberapa kareakteristik Kejarangan statistik, Pelanggaran norma, distress pribadi, ketidakmampuan atau disfungi, dan repons yang tidak diharapkan 
Perilaku Abnormal yang terjadi pada kondisi emosional biasa terjadi kapan saja dalam kehidupan manusia, Mereka kadang-kadang bisa terjadi dan sudah terjadi dalam kehidupan orang lain. Sebuah masalah emosional dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan secara mental dan fisik. 

Psikologi abnormal kadang-kadang disebut juga psikopatologi. Dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan istilah Abnormal Psychology. Berikut dikemukakan beberapa definisi Psikologi Abnormal menurut beberapa ahli:
1.    Menurut Kartini Kartono (2000: 25), psikologi abnormal adalah salah satu cabang psikologi yang menyelidiki segala bentuk gangguan mental dan abnormalitas jiwa.

2.    Singgih Dirgagunarsa (1999: 140) mendefinisikan psikologi abnormal atau psikopatologi sebagai lapangan psikologi yang berhubungan dengan kelainan atau hambatan kepribadian, yang menyangkut proses dan isi kejiwaan.

3.    Berkenaan dengan definisi psikologi abnormal, pada Ensiklopedia Bebas Wikipedia (2009), dinyatakan “Abnormal psychology is an academic and applied subfield of psychology involving the scientific study of abnormal experience and behavior (as in neuroses, psychoses and mental retardation) or with certain incompletely understood states (as dreams and hypnosis) in order to understand and change abnormal patterns of functioning”.

4.    Definisi psikologi abnormal juga dapat dijumpai di Merriem-Webster OnLine (2009). Pada kamus online tersebut dinyatakan : “Abnornal psychology : : a branch of psychology concerned with mental and emotional disorders (as neuroses, psychoses, and mental retardation) and with certain incompletely understood normal phenomena (as dreams and hypnosis)”.

Dari empat definisi yang dinyatakan dengan kalimat yang berbeda tersebut dapat diidentifikasi pokok-pokok pengertian psikologi abnormal sebagai berikut.
1.    Psikologi abnormal merupakan salah satu cabang dari psikologi atau psikologi khusus.
2.     Yang dibahas dalam psikologi abnormal adalah segala bentuk gangguan atau kelainan jiwa baik yang menyangkut isi (mengenai apa saja yang mengalami kelainan) maupun proses (mengenai factor penyebab, manifestasi, dan akibat dari gangguan tersebut).

PERILAKU ABNORMAL
Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan suatu perilaku abnormal, antara lain:
1.   Statistical infrequency
Perspektif ini menggunakan pengukuran statistik dimana semua variabel yang yang akan diukur didistribusikan ke dalam suatu kurva normal atau kurva dengan bentuk lonceng. Kebanyakan orang akan berada pada bagian tengah kurva, sebaliknya abnormalitas ditunjukkan pada distribusi di kedua ujung kurva.


Namun, kita jarang menggunakan istilah abnormal untuk salah satu kutub (sebelah kanan). Misalnya orang yang mempunyai IQ 150, tidak disebut sebagai abnormal tapi jenius. 

2.   Unexpectedness
Biasanya perilaku abnormal merupakan suatu bentuk respon yang tidak diharapkan terjadi. Seperti seseorang tiba-tiba menjadi cemas (misalnya ditunjukkan dengan berkeringat dan gemetar) ketika berada di tengah-tengah suasana keluarganya yang berbahagia. Respon yang ditunjukkan adalah tidak diharapkan terjadi.

3.   Violation of norms
Perilaku abnormal ditentukan dengan mempertimbangkan konteks sosial dimana perilaku tersebut terjadi. Jika perilaku sesuai dengan norma masyarakat, berarti normal. Sebaliknya jika bertentangan dengan norma yang berlaku, berarti abnormal. Kriteria ini  mengakibatkan definisi abnormal bersifat relatif tergantung pada norma masyarakat dan budaya pada saat itu.
Walaupun kriteria ini dapat membantu untuk mengklarifikasi relativitas definisi abnormal sesuai sejarah dan budaya tapi kriteria ini tidak cukup untuk mendefinisikan abnormalitas. 

4.   Personal distress
Perilaku dianggap abnormal jika hal itu menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi individu.
Tidak semua gangguan (disorder) menyebabkan distress. Misalnya psikopat yang mengancam atau melukai orang lain tanpa menunjukkan suatu rasa bersalah atau kecemasan.
Juga tidak semua penderitaan atau kesakitan merupakan abnormal. Misalnya seseorang yang sakit karena disuntik.
Kriteria ini bersifat subjektif karena susah untuk menentukan setandar tingkat distress seseorang agar dapat diberlakukan secara umum.

5.   Disability
Individu mengalami ketidakmampuan (kesulitan) untuk mencapai tujuan karena abnormalitas yang dideritanya. Misalnya para pemakai narkoba dianggap abnormal karena pemakaian narkoba telah mengakibatkan mereka mengalami kesulitan untuk menjalankan fungsi akademik, sosial atau pekerjaan. 
Dari semua kriteria di atas menunjukkan bahwa perilaku abnormal sulit untuk didefinisikan. Tidak ada satupun kriteria yang secara sempurna dapat membedakan abnormal dari perilaku normal. Tapi sekurang-kurangnya kriteria tersebut berusaha untuk dapat menentukan definisi perilaku abnormal. Dan adanya kriteria pertimbangan sosial menjelaskan bahwa abnormalitas adalah sesuatu yang bersifat relatif dan dipengaruhi oleh budaya serta waktu.

KASUS

Lauren Walsh, wanita berusia 21 tahun menderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD). OCD menyerang mental dengan ciri-ciri selalu berpikir berulang-ulang dan melakukan aktivitas yang juga dilakukan berulang-ulang. Kelainan ini membuat Lauren merasa menjadi orang yang tidak normal.
Misalnya, dia selalu menghabiskan banyak waktu untuk mencuci tangan berjam-jam. Jika dihitung-hitung, ia bisa menghabiskan 10 jam sehari di kamar mandi, seperti dikutip dari DailyMirror. Lauren juga selalu merasa takut karena dia berpikir setiap inchi tubuhnya dihinggapi bakteri, sehingga dia harus mandi lagi dalam waktu lama untuk membersihkannya.
“Ini sampai ke titik saat saya harus mandi lima kali sehari, masing-masing berlangsung dua jam,” ujar Lauren.
“Rasanya, ada begitu banyak hal, yang harus saya lakukan. Setiap menit dari bagian tubuh saya harus dikontrol.” Penderitaan ini dialami Lauren sejak didiagnosis mengalami gangguan OCD di usia 12 tahun. OCD yang diderita Lauren seperti menyebabkan suara di kepalanya, yang dia sebut ‘iblis di bahu’. Kondisi ini seolah meyakinkan dia selalu dalam keadaan kotor.
Lauren tahu itu tidak rasional, tapi dia tidak berdaya mengendalikan dirinya. Lauren memaparkan bagaimana OCD mengendalikan hidupnya selama bertahun-tahun. Waktu itu, ibunya Linda merasa heran, dengan kebiasaan Lauren.
Lauren terus menerus mencuci tangan. Tidak hanya di rumah, bahkan juga di sekolah. Penderitaan Lauren membuat dia sulit bersosialisasi dengan teman-teman sekolah. Banyak teman-teman sekolah yang kemudian menjuluki Lauren sebagai orang aneh dan stres.
Di usia 10 tahun, Lauren pernah menangis tak terkendali karena dia merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Tapi, waktu itu tidak tau kenapa dia merasa bersalah. Barulah ketika berusia 12 tahun, penderitaan Lauren dikenali penyebabnya. Dia didiagnosis OCD. Saat memasuki remaja, OCD menjadi semakin melumpuhkan mental Lauren. Kamar tidurnya penuh dengan catatan karena Lauren merasa terdorong untuk terus menulis.
“Aku punya catatan untuk diingat kembali ketika saya berumur 12 tahun. Orang beranggapan OCD adalah tentang mencuci tangan sedikit lebih lama dari biasanya dan kemudian Anda melanjutkan aktivitas seperti orang lain. Tapi, ternyata tidak.” Lauren melanjutkan, “Keluar dari tempat tidur memakan waktu 20 menit setiap pagi karena saya harus berbalik sampai saya berada di sudut kanan. Jika tidak merasa benar, saya ulangi sampai hal itu benar.” Setelah itu, dia akan memastikan tempat tidur selalu dalam keadaan sempurna tanpa ada kain yang kusut. Dia harus mencuci sarung bantal setiap hari dan seprai setidaknya tiga kali seminggu.
“Di kamar mandi aku menggunakan sabun yang berbeda dan lotion untuk bagian tubuh yang berbeda, dimulai di bagian atas dan bekerja dengan cara ke bawah. Dibutuhkan waktu dua jam setiap kali mandi,” kata Lauren. Untuk menggunakan toilet, dia harus menyekanya dulu kemudian duduk dengan cara yang benar. Lalu, dia akan selalu merobek lembar pertama kertas toilet karena takut telah tersentuh orang lain. Kemudian dia akan merobek tisu sebanyak 12 lembar untuk selanjutnya dilipat dengan cara tertentu sebelum dipakai. Untuk sekadar bangun dari toilet pun, dia masih harus memutar sampai benar-benar merasa nyaman.
“Saya harus berjalan lurus sempurna dan setiap langkah harus merasa benar di kaki. Jika tidak, saya harus mulai dari awal lagi. Jadi, saya akan berada di sana selama berjam-jam.” Kondisi Lauren, mirip seperti yang dialami Sam Hancox, yang akhirnya meninggal akibat kasus serupa. Sam mengalami dehidrasi dan infeksi kulit karena penyakit OCD selama 30 tahun. Penyakit ini membuat Sam selalu mandi sampai 20 jam setiap hari karena, dia takut kuman.
“Kasus itu membuat saya marah, karena bisa saja terjadi pada saya,” ujar Lauren yang sangat takut riwayat hidupnya akan berakhir tragis sama seperti Sam

ANALISIS

Mari kita menganalisis apakah yang terjadi pada lauren.
OCD sendiri merupakan suatu gangguan dimana si penderita merasakan keterpaksaan berfikir tentang hal-hal yang tidak ingin mereka pikirkan atau melakukan hal yang tidak mereka inginkan. Terbukti dalam kasus ini si penderita mengalami kecemasan tentang kuman sehingga dirinya akan terus menerus membersihkan diri secara berlebihan.

 Disfungsi Psikologis
a.       Secara Kognitif: Lauren selalu merasa cemasa akan kebersihan dirinya, selalu merasa takut karena dia berpikir setiap inchi tubuhnya dihinggapi bakteri, sehingga dia harus mandi lagi dalam waktu lama untuk membersihkannya. Sampai akhirnya dia membutuhkan waktu 10 jam per hari hanya untuk membersihkan diri. Membuatnya harus memperhatikan langkahnya juga membersihkan semua kegiatan dan benda yang ada disekitarnya.
b.       Secara Afektif: Kasus Lauren mirip seperti yang dialami Sam Hancox, yang pada akhirnya meninggal akibat penyakit OCD yang dialaminya, yang membuat Lauren merasa marah takut nasibnya berakhir sama seperti Sam Hancox.
c.       Secara Psikomotor: Lauren selalu menjaga jalan nya agar tetap lulus sempurna juga menjaga langkah nya agar terasa benar di kakinya .

2. Distress (impairment) : 
a. Fisik: Lauren melakukan aktivitas bersih bersih yang memakan waktu hingga berjam-jam, ini akan membuatnya dehidrasi, kelelahan dan infeksi kulit
b. Psikis: Lauren merasakan seperti ada suara di kepalanya, yang dia sebut ‘iblis di bahu’. Kondisi ini seolah meyakinkan dia selalu dalam keadaan kotor.

3. Respon Atipikal
Lauren selalu merasa cemas dengan dirinya sehingga setiap menit ia selalu mengecek bagian tubuhnya agar merasa benar, mencuci sarung bantal setiap hari dan seprai setidaknya tiga kali seminggu, menggunakan sabun yang berbeda dan lotion untuk bagian tubuh yang berbeda dan ini membuat Lauren melakukan hal-hal yang dapat mengganggu aktivitas sehari-harinya, sulit bersosialisasi dengan teman-teman sekolah. Juga banyak teman-teman sekolah yang kemudian menjuluki Lauren sebagai orang aneh dan stres.


DAFTAR PUSTAKA

Riyanti, B.P. & Hendro, P. 1998. Psikologi Umum 2. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Slamet,Suprapti & Sumarno Markam. 2003. Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta: Universitas Indonesia.
Hall, S. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius


Selasa, 26 Januari 2016

Psikoterapi : Psikologi klinis dalam internet


Psikoterapi dengan bantuan internet



Psikoterapi merupakan serangkaian  metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Psikoterapi dengan bantuan internet bisa menjadi alternatif solusi. Meski awalnya psikoterapi hanya bisa dilakukan melalui tatap wajah (face to face), kini psikoterapi bisa dilakukan melalui hubungan jarak jauh seiring  berkembangnya teknologi internet. Komputer sebagai media komunikasi,yaitu komunikasi antara seseorang individu dan individu lain dilakukan melalui komputer. Teknologi online juga membuat sangat sederhana untuk berpartisipasi dalam dukungan komunitas dan kelompok. Walaupun internet dikembangkan pada tahun 1960 penelitian lain yang menunggunakan komputer untuk membiarkan individu berkomunikasi atau berbicara untuk perangkat lunak Program.

Contoh bentuk aplikasi psikoterapi dengan bantuan internet :
1. E-Counseling

Layanan E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi internet dalam bidang psikologi. E-Counseling merupakan layanan internet yang menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media terseut mereka dapat memberikan interferensi psikoterapi. Pada awalnya konseling hanya sebatas pertemuan tatap muka antara konselor dan klien, namun saat ini konseling juga dapat diselenggarakan dengan berbagai media yang memungkinkan hubungan konseling jarak jauh (Prayitno, 2012:136).

Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui konseling secara online :
Terdapat rekaman yang permanen selama proses konseling berlangsung, sehingga hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien, konselor, maupun supervisor konselor.
 Seni mengetik akan membantu individu untuk merefleksikan pengalamannya.
Klien dapat mengekspresikan perasaannya dalam kondisi "sekarang", sehingga klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panik tanpa harus menunggu sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLoed, 2009:553).

2. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer

Menurut jurnal yang ditulis oleh Zakiyah dalam judulnya "Pengaruh dan Efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Client Cemas dan Depresi", mengatakan bahwa kecemasan dan depresi merupakan bentuk gangguan jiwa yang paling umum terjadi. Perawatan dan pengobatan yang efektif untuk gangguan cemas dan depresi sangat diperlukan agar individu yang mengalami gangguan tersebut dapat kembali produktif dalam memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ia tidak bergantung pada orang lain, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
CBT merupakan gabungan terapi kognitif dan terapi perilaku yang dirancang untuk merubah pola pikir negatif menjadi positif sehingga individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
CBT efektif dan banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental atau kecemasan.
CBT belum dapat diaplikasikan secara optimal karena adanya keterbatasan biaya, akses dan praktisi ahli.
CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi, kecemasan dan efisien dari segi biaya.

3. Test Personality Plus Berbasis Web

Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan tes kepribadian tanpa menggunakan kertas sehingga hasilnya pun dapat langsung diperoleh. Melalui aplikasi ini, diharapkan pengguna dapat menambah pengetahuan tentang macam-macam kepribadian seseorang dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Psikoterapi ini bermanfaat untuk orang-orang yang malu untuk berkonsultasi secara langsung dan juga bagi orang-orang yang sulit untuk dijangkau oleh terapis

4. ELIZA

Perangkat lunak ini disebut ELIZA,adalah sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum di 1960 untk meniru komunikasi seorang terapis.Ini adalah contoh pertama dari komputer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.

5. E- TERAPI

E-Terapi,adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan.Juga disebut sebagai terapi online.

Kelebihan Dan Kekurangan Dari Psikoterapis Online

Kelebihan:

1.      Terapi online-internet menjadi sebuah opsi baik untuk masyarakat daerah terpencil

Terapi Online menawarkan akses ke informasi kesehatan mental untuk masyarakat di daerah pedesaan atau terpencil. Mereka yang tinggal di daerah tersebut hanya mungkin tidak memiliki akses ke bentuk lain dari perawatan kesehatan mental karena tidak ada praktik kesehatan mental di wilayah geografis mereka. E-terapi memberikan individu-individu akses ke pengobatan yang mereka mungkin tidak sebaliknya.

2.      Aksesibilitas bagi mereka dengan keterbatasan fisik

Terapi secara online menyediakan akses ke individu yang cacat atau tinggal di rumah. Mobilitas dapat menjadi masalah besar ketika datang ke mengakses perawatan kesehatan mental. Individu yang tidak dapat meninggalkan rumah mereka karena berbagai alasan, seperti sakit fisik atau mental, mungkin menemukan terapi secara online alternatif yang berguna untuk pengaturan psikoterapi tradisional.

3.      Kenyamanan dan Keterjangkauan

Terapi online biasanya cukup terjangkau dan nyaman. Karena Anda akan menghadiri sesi terapi secara online dalam kenyamanan rumah Anda sendiri, Anda sering dapat menjadwalkan sesi terapi untuk kali yang paling nyaman bagi Anda. Saat ini, banyak negara mengharuskan penyedia asuransi untuk menutupi terapi secara online seperti mereka akan sesi terapi tradisional. Hubungi perusahaan asuransi Anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang perawatan e-terapi akan ditutupi oleh kebijakan Anda. Terapis secara online sering menawarkan pilihan pengobatan yang terjangkau bagi mereka yang tidak tercakup oleh asuransi kesehatan.

4.      Terapi Online Membuat Informasi Lebih diakses

Internet membuat informasi kesehatan mental lebih mudah diakses. Orang mungkin merasa nyaman berbicara dengan teman-teman dan keluarga tentang masalah kesehatan, tetapi mungkin tidak merasakan membahas keprihatinan kesehatan mental yang sama.

5.      Juga Bisa Menjadi Alat Pendidikan

E-terapi dapat menjadi alat penting untuk membantu orang belajar lebih banyak tentang kesehatan psikologis. Bahkan jika Anda merasa seperti mental kesejahteraan Anda kuat, terapi online dapat membantu Anda menjadi psikologis yang kuat.

Kekurangan:

1.      Kekhawatiran Tentang Kerahasiaan, privasi, dan Teknologi diandalkan

Menjaga informasi pribadi kepribadian Anda adalah perhatian utama dalam psikoterapi, tetapi pengobatan secara online menambahkan lapisan kompleksitas. Kerahasiaan adalah sama pentingnya dalam terapi secara online seperti di bentuk tradisional lebih dari pemberian pengobatan. Karena informasi sedang dikirim secara online, itu membuat kebocoran privasi dan hacks lebih dari perhatian. Masalah teknologi juga dapat membuat sulit untuk mengakses pengobatan ketika Anda benar-benar membutuhkannya.

2.      Online Terapis Tidak Menanggapi Situasi Krisis

Sejak terapis online jauh dari klien, sulit untuk merespon dengan cepat dan efektif ketika krisis terjadi. Jika klien mengalami pikiran untuk bunuh diri atau telah menderita tragedi pribadi, bisa sulit atau bahkan tidak mungkin untuk terapis untuk memberikan bantuan langsung.

3.      Terapi Online Tidak Cocok untuk Orang dengan serius Psychiatric Penyakit

E-terapi dapat berguna untuk berbagai situasi, tetapi tidak ketika datang ke penyakit kejiwaan yang lebih serius yang memerlukan perawatan dekat dan langsung. Hal ini juga tidak sesuai untuk orang dengan masalah rumit atau rinci. Ruang lingkup terapi cenderung terbatas, sehingga sangat jarang efektif dalam situasi yang lebih kompleks.

4.      Terapi online Terkadang Lacks Informasi Penting

Dalam banyak kasus, terapis secara online tidak bisa melihat ekspresi wajah, sinyal vokal, atau bahasa tubuh. Sinyal-sinyal ini sering dapat cukup jitu dan memberikan terapis gambaran yang lebih jelas dari Anda perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku. Beberapa metode penyampaian seperti teknologi voice-over-Internet dan video chatting dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dari situasi, tetapi mereka sering kekurangan keintiman dan kerumitan yang memiliki interaksi dunia nyata.

5.      Kekhawatiran Etika dan Hukum Pose Potensi Masalah

Terapi secara online menghilangkan hambatan geografis, membuat penegakan kode hukum dan etika sulit. Terapis dapat memperlakukan klien dari mana saja di dunia, dan banyak negara memiliki berbagai persyaratan perizinan dan pedoman pengobatan. Hal ini penting untuk memahami kualifikasi terapis Anda dan pengalaman sebelum Anda memulai proses pengobatan.


Kesimpulan

Psikoterapi dengan bantuan internet merupakan metode berdasarkan ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental secara online atau berbasiskan internet, tanpa harus bertatap muka secara langsung antara klinisi dengan klien. Internet memfasilitasi penciptaan program pengobatan yang menggabungkan berbagai komponen interaktif. Komponen dasar yang dapat dikombinasikan antara psiko-edukasi; dukungan sosial; grup obrolan; pemantauan gejala, kemajuan, dan penggunaan program; umpan balik; dan interaksi dengan penyedia. Psikoterapi denganbantuan internet sangat memudahkan juga menguntungkan bagi keduanya karena klien dapat mencurahkan segala perasaannya kapan pun, selain itu dari segi jarak tempuh dimana klien tidak perlu mendatangi konselor ataupun sebaliknya, proses yang begitu cepat dan juga sangat efisien.

Sumber :(diakses pada tgl 25 Januari 2016 Pukul 14.00 WIB)



Tim Penyusun :


NAMA
NPM
JOBDESK
LINK
DANIELLA MEIRA GHEA ANGGARANI
12514525
EDITING
DIAN RATNASARI
12514998
TYPING
ERNA USMAN
13514634
SEARCHING
REVISHA AVENIA
19514124
TYPING

Kamis, 31 Desember 2015

2PA07_TUGAS 3_KELOMPOK 7_MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DALAM TIM VIRTUAL

FUNGSI SOSIAL DARI INTERNET DALAM BERINTERAKSI DENGAN INDIVIDU LAIN MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DALAM TIM VIRTUAL

Tim Virtual adalah sebuah tim yang dibentuk karena adanya keterbatasan waktu dan ruang dan tidak dapat bersatu secara fisik antara satu sama lain sehingga dibuatlah Tim Virtual menggunakan jaringan komputer agar dapat mencapai tujuan bersama. Tim Virtual biasanya dibuat ketika sekelompok orang ingin mengerjakan tugas kelompokatau hanya sekedar ingin berbagi informasi. Berikut adalah beberapa perbedaan dan persamaan Tim Virtual dengan tim yang bertemu secara fisik, antara lain:

Persamaan 
  • Adanya tujuan yang ingin dicapai  bersama
  • Adanya komunikasi dari setiap anggota tim
    • Kepercayaan dalam tim
       
    Perbedaan
    • Kontak sosial yang terbatas pada tim virtual
    • Ruang dan waktu
    • Tingkat emosional setiap anggota
    Rasa saling percaya disetiap anggota tim sangatlah diperlukan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal. Namun dengan kurangnya kontak sosial, rasa saling percaya antar anggota tim dapat berkurang sehingga kemungkinan untuk gagal sangatlah mungkin dalam tim virtual. Dalam mengatasi hal ini saya memiliki beberapa cara agar rasa saling percaya dari setiap anggota tim dapat tumbuh sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal, berikut caranya:
    • Pemimpin yang kompeten
    Adakalanya anggota tim akan patuh dan percaya kepada pemimpinnya jika pemimpin itu mempunyai kompetensi yang lebih seperti keterampilan dan pengalaman yang sangat memadai.
    • Membagi tugas dengan rata
    Menurut saya pembagian tugas merupakan salah satu faktor timbulnya kepercayaan dalam tim virtual. Ketika seorang anggota tim merasa tugasnya lebih berat daripada yang lain, orang tersebut akan berprasangka buruk terhadap anggota yang lain seperti prasangka adanya hubungan khusus antara pemimpin dan salah satu anggota lainnya.
    • Keaktifan setiap anggota
    Setiap anggota tim harus aktif dalam forum diskusi yang sudah direncanakan. Dalam setiap pertemuan virtual tersebut setiap anggota harus menjelaskan hasil pekerjaan yang telah ia kerjakan dan jika terjadi kesalahan dapat dilakukan evaluasi dan  harus berperan aktif dalam memberi masukan-masukan terhadap evaluasi tersebut sehingga timbulnya kepercayaan antara aggota dengan anggota maupun anggota dengan pemimpin.
    Kerjasama merupakan hal terpenting dalam sebuah tim, baik itu tim virtual maupun tim face to face. Karena dengan adanya kerjasama setiap anggota tim, akan memunculkan rasa kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama yang ingin diraih. Sekian pernjelasan dari saya mengenai hal - hal yang dapat membangun kepercayaan dalam Tim virtual.

    5 tantangan
    Saya ingin berbagi 5 tantangan yang saya hadapi membangun virtual team untuk sebuah start-up di Silicon Valley: gabungan developer, tester, dan customer service di China, India, Mexico, dan Turki.
    •                        Communication
                Mungkin ini salah satu hal yang paling sering mengakibatkan sakit kepala adalah komunikasi. Bagi yang sudah berpasangan, Anda pasti tahu betapa sulitnya berkomunikasi secara jelas dengan pasangan Anda. Hanya saja di dalam perusahaan masalah komunikasi biasanya jauh lebih rumit. Karena komunikasi yang kurang baik, sering terjadi software yang dihasilkan berbeda jauh dari apa yang diminta klien.
               Keadaan ini menjadi lebih rumit, ketika ada variabel baru di mana anggota tim tidak punya satu bahasa yang sama: language barrier. Dokumen yang Anda tulis dalam bahasa Inggris belum tentu dapat dimengerti sepenuhnya oleh rekan kerja di Vietnam. Begitu pula Anda mungkin sampai pada kesimpulan yang kurang tepat setelah membaca email bahasa Inggris dari rekan kerja di China. Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya bahasa sangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukung yang jelas (seperti diagram, screenshot, wireframe, dsb) asal jangan over-communicate, dapat mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan.
    •                      Cultural Awareness
           Selain komunikasi, toleransi dan pengetahuan akan budaya lain juga perlu diperhatikan. Cara penyampaian intensi baik di daerah A bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di B. Erat kaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung atau direct translation dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa memperhatikan konteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertian antara anggota.
           Satu anekdot: Pernah satu hari, rekan customer support di India mengakhiri sesi chat dengan manajernya, orang Amerika, dengan “Hope you have a busy day!” Walau ungkapan tersebut bermaksud ramah di daerah di mana rekan tersebut dibesarkan, lucu juga melihat manajernya terkejut dan dengan besar hati berusaha mencoba mengerti tanpa bergegas marah.
               Pengadaan pedoman komunikasi (email, sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidak sepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan trial-and-error, kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekan dengan baik.
    •                        Self Motivation
              Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat self-motivated dan mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan atau struktur eksternal. Faktor penting berikutnya adalah result-oriented, karena tidak ada rekan di sekitar yang sadar betapa intensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas kecuali pada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnya dengan jelas.
    •                        Logistics
              Pukul 8 malam hari Minggu di Silicon Valley = pukul 11 pagi hari Senin di pulau Jawa. Perbedaan time zone yang besar ini sering menjadi tantangan yang seru dalam segi pengaturan resources. Seandainya para developer di Jakarta perlu keputusan dari San Francisco untuk menyelesaikan suatu masalah, seseorang perlu memastikan ketergantungan ini bisa segera diselesaikan supaya tidak ada waktu yang terbuang percuma. Jika tidak, developer di Jakarta sudah siap kerja (Senin pagi) tapi perlu menunggu product manager-nya masih pesta di San Francisco (Minggu malam); setelah keputusan sudah terbentuk hari Senin di Amerika, pelaksanaannya akan tertunda menunggu developer di Jakarta siap kembali. Keterlambatan yang biasanya terjadi dalam jam, kini bisa menjadi hari.
    •                      Trust
               Ini tentunya tantangan yang paling besar untuk membentuk virtual team (apa saja, sebetulnya) memupuk kepercayaan atau trust di antara anggota tim. Trust sangatlah penting untuk mendukung semua point di atas: sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan, trust memerlukan perhatian khusus di setiap titik perkembangan tim Anda.
             Terlepas dari challenges di atas, keberhasilan (termasuk proses untuk mencapainya) untuk membangun virtual team yang sukses sungguhlah berharga. Masing - masing tim member mendapat kesempatan untuk lansung terjun belajar berkomunikasi dengan lebih efektif, meningkatkan kesadaran akan budaya lain, dan mempersiapkan diri untuk proses kolaborasi di dalam pasar global. Belakangan ini saya menemukan kalau pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah yang besar dalam résumé Anda.

    Referensi :

    DANIELLA MEIRA GHEA ANGGARANI - 12514525 - Editing
    DIAN RATNASARI - 12514998 - Typing
    ERNA USMAN - 13514634 - Searching
    REVISHA AVENIA - 19514124 - Typing

    Selasa, 27 Oktober 2015

    2PA07-Tugas2-Kelompok7-Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet yang Dipoengaruhi oleh Gender

    Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet yang Dipengaruhi Oleh Gender


    Internet merupakan hal yang penting bagi manusia di masa kini. Manusia menggunakan internet dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ilmu pengetahuan, pendidikan bahkan dalam aspek sosial. Keterkaitan manusia dengan internet sudah sangat mengglobal karena dengan menggunakan internet kita dapat mengakses berbagai situs dari seluruh dunia.
    Dalam internet ada beberapa hal yang mempengaruhi interaksi manusia dan internet seperti gender, usia dan budaya. Hal-hal ini mungkin terlihat sepele dan tidak relevan tetapi hal-hal ini memiliki kaitan yang erat dalm interaksi manusia dan internet.
    Dalam kesempatan ini, kelompok kami akan membahas dari segi gender.
    Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai “seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.
    • Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free (baik di laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). Frekuensi internet yang digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses internet di rumah cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses internet lebih lama dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat lainnya, seperti: warnet, sekolah atau wifi area.
    • Dari jumlah waktu penggunaan internet per bulan menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di rumah termasuk dalam kategori heavy users (pengguna internet yang menghabiskan waktu lebih dari 40 jam per bulan). Sedangkan remaja di perkotaan yang sering mengakses internet di warnet dan memanfaatkan wifi area publik sebagai tempat akses internet mereka dikategorikan sebagai medium users (pengguna internet yang menghabiskan waktu antara 10 sampai 40 jam per bulan). Sementara itu, bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka tergolong sebagai light users(pengguna internet yang menghabiskan waktu kurang dari 10 jam per bulan).
    • Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi (information utility), aktivitas kesenangan (leisure/fun activities), komunikasi (communication), dan transaksi (transactions).
    • Pengaruh gender di internet pada umumnya wanita yang sering bermain dengan internet, misalnya facebook, twitter dan lain-lain. Wanita selalu memposting lebih banyak daripada pria, karena wanita terlalu sensitive pada apa yang sedang terjadi dan sangat emosional. Pada pria lebih cenderung ke forum atau game online. Pria juga senang berjam-jam untuk melakukan hal itu. Internet juga bisa membuat para pria terpengaruh oleh fashion jaman sekarang.

    Contohnya dari Korea, bisa saja mereka membuat para pria mengenakan fashion itu, tetapi dari sudut pandang wanita fashion itu tidak cocok untuk mereka yang pria jantan, contohnya dari gaya rambut. Jaman sekarang para pria banyak yang mengikuti gaya rambut dari negara luar, padahal gaya rambut itu membuat mereka terlihat seperti wanita. Semakin berkembangnya internet dan globalisasi membuat banyak yang pria seakan-akan menjadi wanita dan wanita seperti pria.
    Penelitian yang dilakukan oleh Straub, dkk menyatakan bahwa wanita lebih banyak memperoleh manfaat dari hadirnya email. Dengan bertambahnya user wanita berarti adanya pengaruh terhadap efektifitas penerimaan media pada wanita. David [DAV98a, DAV96] menyatakan bahwa meningkatnya efektifitas terhadap media mempunyai korelasi yang tinggi dengan peningkatan manfaat yang diambil (PU). Dari dasar yang telah ada dapat ditarik hipotesa sementara bahwa wanita akan mendapatkan manfaat yang lebih tinggi daripada laki-laki dalam sebuah website.
    Untuk kemudahan dalam penggunaan website juga akan dilihat apakah gender pengaruh pada kemampuan seseorang dalam menggunakan sebuah website. Pada penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Krahn menyebutkan bahwa wanita memiliki kecemasan yang lebih tinggi daripada laki-laki dalam menggunakan komputer secara general. Dari dasar yang dijelaskan pada PU, wanita seharusnya menerima fasilitas yang disediakan oleh internet sehingga dapat meningkatkan kenyamanan wanita dengan media elektronik.


    Referensi:
    worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/09/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-intrapersonal-3-aspek-psikologis-dari-individu-pengguna-internet-dan-aspek-demografis-dari-individu-pengguna-internet/
    id.wikipedia.org/wiki/Gender_(sosial)
    library.unej.ac.id




    NAMA ANGGOTA
    2. Dian Ratnasari                               (12514998)
    3. Erna Usman                                   (13514634)
    4. Revisha Avenia                              (19514124)